PERILAKU MENUNDA-NUNDA DALAM MELAKUKAN AMALAN KEBAIKAN
Setan mempunyai banyak cara untuk mempengaruhi manusia dalam mengerjakan amalan-amalan kebaikan. Di antaranya ialah seperti keterangan hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Setan membuat tiga ikatan buhul pada tengkuk kepalasalah seorang kalian ketika dia sedang tidur. Setan memisahkan setiap ikatan di tempatnya, (dan berkata) engkau memiliki malam yang panjang, maka tidurlah. Jika dia bangun lalu berdzikir mengingat Allah, satu ikatan lepas. Jika dia wudhu, satu ikatan lainnya terlepas. Dan jika dia shalat, praktis semua ikatannya akan terlepas sama sekali. Sehingga pagi-pagi dia dalam keadaan bersemangat dan stabil jiwanya. Kalau tidak, pagi-pagi jiwanya menjadi buruk dan malas."
Juga diriwayatkan dari Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Apabila salah seorang kalian bangun dari tidurnya hendaklah dia berwudhu kemudian istindzar (memasukkan air kedalam hidung lalu menyemburkannya) sebanyak tiga kali, karena setan menginap pada lubang hidungnya."
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang seseorang yang tidur malam sampai pagi. Beliau bersabda,
"Setan mengencingi sepasang telinga orang itu"
(HR.Al-Bukhari)
Hadits-hadits diatas menjelaskan usaha-usaha setan membuat rasa malas dan ogah-ogahan kepada manusia untuk beramal shalih.
Betapa setan mengusahakan hal itu secara serius, dan dia berhasil membuat kita terlambat melakukan shalat subuh!!!
Betapa sering setan mengusahakan hal itu dengan serius, dan dia berhasil membuat kita termasuk orang-orang yang gemar mengatakan,
"Nanti sajalah,!! "
Dan betapa sering setan mengusahakan hal itu dengan sungguh-sungguh, dan dia berhasil membuat kita suka bermalas-malasan, santai dan terus-menerus enak-enakan!!
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memgatakan,
"Seringkali terlintas dalam hati seorang Yahudi dan Nasrani rasa suka kepada islam. Akan tetapi setan selalu menghambatnya. Setan berkata, "jangan tergesa-gesa. Pikir dulu baik-baik." Akibatnya, dia menunda keinginannya yang sangat mulia tersebut, sampai akhirnya dia meninggal tetap dalam kekafiran. demikian pula yang sering dialami oleh orang yang berbuat maksiat. Dia suka menangguhkan bertaubat, sehingga dia keburu dipengaruhi berbagai keinginan nafsunya lalu kesadarannya menjadi buyar, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair:
jangan buru-buru ingin berbuat dosa
Pikirkan dulu taubatnya
Berapa banyak orang yang bertekad pada kesungguhan, tetapi kemudian menundanya. Dan betapa banyak orang yang ingin berjalan melakukan kebaikan, tetapi kemudian menghambatnya.
Terkadang ada seorang ahli fiqih yang bermaksud ingin mengulangi kajiannya, tetapi setan segera berkata, "Beristirahatlah sebentar" atau ada orang yang tekun beribadah ingin bangun tengah malam untuk melakukan shalat sunnah. Namun setan segera membisikkannya "Kamu kan masih punya waktu" setan memang selalu berusaha membuat orang suka bermalas-malasan, menunda amal, dan menyandarkan sesuatu kepada harapan yang jauh."
(dalam Talbis Iblis, hal.458)
Oleh karena itu, sebaiknya setiap orang islam laki-laki maupun wanita tetap waspada terhadap setan. Buang jauh-jauh sifat malas dan menunda amalan. Sebaliknya, bergegaslah dan tetap tekun, karena sesungguhnya usia itu sangat singkat.
Setan mempunyai banyak cara untuk mempengaruhi manusia dalam mengerjakan amalan-amalan kebaikan. Di antaranya ialah seperti keterangan hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Setan membuat tiga ikatan buhul pada tengkuk kepalasalah seorang kalian ketika dia sedang tidur. Setan memisahkan setiap ikatan di tempatnya, (dan berkata) engkau memiliki malam yang panjang, maka tidurlah. Jika dia bangun lalu berdzikir mengingat Allah, satu ikatan lepas. Jika dia wudhu, satu ikatan lainnya terlepas. Dan jika dia shalat, praktis semua ikatannya akan terlepas sama sekali. Sehingga pagi-pagi dia dalam keadaan bersemangat dan stabil jiwanya. Kalau tidak, pagi-pagi jiwanya menjadi buruk dan malas."
Juga diriwayatkan dari Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Apabila salah seorang kalian bangun dari tidurnya hendaklah dia berwudhu kemudian istindzar (memasukkan air kedalam hidung lalu menyemburkannya) sebanyak tiga kali, karena setan menginap pada lubang hidungnya."
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang seseorang yang tidur malam sampai pagi. Beliau bersabda,
"Setan mengencingi sepasang telinga orang itu"
(HR.Al-Bukhari)
Hadits-hadits diatas menjelaskan usaha-usaha setan membuat rasa malas dan ogah-ogahan kepada manusia untuk beramal shalih.
Betapa setan mengusahakan hal itu secara serius, dan dia berhasil membuat kita terlambat melakukan shalat subuh!!!
Betapa sering setan mengusahakan hal itu dengan serius, dan dia berhasil membuat kita termasuk orang-orang yang gemar mengatakan,
"Nanti sajalah,!! "
Dan betapa sering setan mengusahakan hal itu dengan sungguh-sungguh, dan dia berhasil membuat kita suka bermalas-malasan, santai dan terus-menerus enak-enakan!!
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memgatakan,
"Seringkali terlintas dalam hati seorang Yahudi dan Nasrani rasa suka kepada islam. Akan tetapi setan selalu menghambatnya. Setan berkata, "jangan tergesa-gesa. Pikir dulu baik-baik." Akibatnya, dia menunda keinginannya yang sangat mulia tersebut, sampai akhirnya dia meninggal tetap dalam kekafiran. demikian pula yang sering dialami oleh orang yang berbuat maksiat. Dia suka menangguhkan bertaubat, sehingga dia keburu dipengaruhi berbagai keinginan nafsunya lalu kesadarannya menjadi buyar, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair:
jangan buru-buru ingin berbuat dosa
Pikirkan dulu taubatnya
Berapa banyak orang yang bertekad pada kesungguhan, tetapi kemudian menundanya. Dan betapa banyak orang yang ingin berjalan melakukan kebaikan, tetapi kemudian menghambatnya.
Terkadang ada seorang ahli fiqih yang bermaksud ingin mengulangi kajiannya, tetapi setan segera berkata, "Beristirahatlah sebentar" atau ada orang yang tekun beribadah ingin bangun tengah malam untuk melakukan shalat sunnah. Namun setan segera membisikkannya "Kamu kan masih punya waktu" setan memang selalu berusaha membuat orang suka bermalas-malasan, menunda amal, dan menyandarkan sesuatu kepada harapan yang jauh."
(dalam Talbis Iblis, hal.458)
Oleh karena itu, sebaiknya setiap orang islam laki-laki maupun wanita tetap waspada terhadap setan. Buang jauh-jauh sifat malas dan menunda amalan. Sebaliknya, bergegaslah dan tetap tekun, karena sesungguhnya usia itu sangat singkat.
