Jangan melupakan keluargamu

*♥Arissa♥*

Jangan melupakan keluargamu
 JANGAN MELUPAKAN KELUARGAMU



Seringkali seorang kepala keluarga tidak sanggup menyediakan waktu luang untuk berkumpul dengan seluruh anggota keluarganya, saling bertatap muka sambil bercengkeramah dan bercanda hangat. Sampai-sampai istrinya sendiri tidak pernah punya kesempatan duduk bersama berdialog saling memahami tentang apa yang harus dilakukan oleh anggota keluarganya.


Bayangkan, pagi-pagi sekali sang suami sudah bergegas harus berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas-tugasnya tentang urusan duniawi. Siang hari ia pulang sebentar hanya untuk keperluan santap siang, bahkan sering dia santap siang di kantor. Hampir larut malam dia baru pulang ketika semua anggota keluarganya sudah tertidur pulas. Jika hal ini diingkari dalam hati kebanyakan orang, maka sesungguhnya dari orang  yang beragama lebih diingkari lagi dan dicela. Hal ini disebabkan bahwa seorang suami yang beragama seperti itu pada akhirnya akan menyadari bahwa dia berada di sebuah jurang, sementara istri dan anak-anaknya berada di jurang yang lain. Lambat laun dia pasti akan menyesal.


Tragisnya, kesibukan yang sangat padat dan menyita waktu seperti itu tidak hanya dialami oleh suami. Dalam banyak keluarga juga dialami oleh seorang istri yang seharian penuh harus meninggalkan rumah untuk bekerja atau mengejar karier. Akibatnya, dia harus menyerahkan urusan pendidikan anak dan urusan rumah tangga kepada pembantunya. Ini jelas sangat berpotensi mengundang kehancuran rumah tangga.


Kesibukan dan usaha di dunia itu bermacam-macam. Tetapi ada satu jenis kesibukan yang tidak biasa, yakni kesibukan untuk menyeru dan memperbaiki orang lain. Tetapi dalam perspektif dakwah dan pengamalannya, hal ini dianggap tidak tepat. Sebab, pada dasarnya seseorang itu sangat dituntut untuk memperbaiki keadaan keluarganya sendiri terlebih dahulu.


Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirikalian dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalukita mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS.At-Tahrim:6)

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman,

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikanshalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."
(QS.Thaha:132)

Mengabaikan anggota keluarga sama dengan menjerumuskan mereka kedalam jurang penyimpangan dan perselisihan, sehingga pada gilirannya hal itu dapat melemahkan semangat ketekunan berdakwah menyeru kepada Allah Ta'ala.


Sebab, hal itu akan mengundang bangak komentar miring dari luar. Pasti ada yang akan mengatakan, "Jika kamu jujur, perbaiki dahulu rumah tanggamu", sudah barang tentu kondisi khusus ini akan melemahkan pengaruh dan reputasinya di tengah-tengah masyarakat, karena makna keteladanan pun menjadi bias karena kondisi ini.


Dan itu jelas akan menganggu ketulusan niatnya, menekan batinnya, menyesakkan jiwanya, melahirkan berbagai kesulitan dan problem yang dapat menghentikan kelangsungan dakwahnya.


Wallahu Ta'ala A'lam Bish-Shawaab
*♥Arissa♥*
Load comments