PINTU TAUBAT MASIH TERBUKA
Iman seorang muslim terkadang melemah sehinga terkadang ia dikuasai hawa nafsunya, syetan merayunyauntuk berbuat maksiat maka ia berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri.


Allah Maha Pemaaf dan Maha Mulia memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bertaubat nasuha agar mereka mendapatkan kasih sayang Allah Ta'ala dan surga-Nya, maka Allah berfirman,

Taubat nasuha bukan hanya sekedar ucapan di lidah tapi disyaratkan untuk diterimanya taubat itu, agar pelaku kejahatan mencabut akar-akar dosa secara langsung menyesali apa yang telah diperbuat, bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa itu dan mengembalikan hak-hak orang yang didzalimi, sebaiknya taubat itu dilakukan sebelum melihat kedatangan kematian, Allah Ta'ala berfirman,

Jika ada manusia adalah lemah maka kalau berbuat dosa hendaklah ia bertaubat dan memohon ampun tiap saat karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah Ta'ala berfirman,

Seorang muslim rawan untuk melakukan kesalahan dan maksiat, maka selayaknya baginya untuk memperbanyak taubat dan mohon ampun.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Demi Allah sesungguhnya Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali”
(HR. Al Bukhari no.6307)
Allah Ta'ala mencintai taubat hamba-Nya dan menerima taubat itu bahkan Allah Ta'ala gembira dengan taubat itu sebagaimana sabda Nabi shallahllhu alaihi wasallam,
“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya dari pada gembiranya seorang yang kehilangan bekal bersama untanya disebuah padang yang tandus kemudian dia medapatkannya kembali unta itu”
(Mutafaq alaihi)
Iman seorang muslim terkadang melemah sehinga terkadang ia dikuasai hawa nafsunya, syetan merayunyauntuk berbuat maksiat maka ia berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri.
Allah Maha Pemaaf dan Maha Mulia memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bertaubat nasuha agar mereka mendapatkan kasih sayang Allah Ta'ala dan surga-Nya, maka Allah berfirman,
Taubat nasuha bukan hanya sekedar ucapan di lidah tapi disyaratkan untuk diterimanya taubat itu, agar pelaku kejahatan mencabut akar-akar dosa secara langsung menyesali apa yang telah diperbuat, bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa itu dan mengembalikan hak-hak orang yang didzalimi, sebaiknya taubat itu dilakukan sebelum melihat kedatangan kematian, Allah Ta'ala berfirman,
Jika ada manusia adalah lemah maka kalau berbuat dosa hendaklah ia bertaubat dan memohon ampun tiap saat karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah Ta'ala berfirman,
Seorang muslim rawan untuk melakukan kesalahan dan maksiat, maka selayaknya baginya untuk memperbanyak taubat dan mohon ampun.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Demi Allah sesungguhnya Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali”
(HR. Al Bukhari no.6307)
Allah Ta'ala mencintai taubat hamba-Nya dan menerima taubat itu bahkan Allah Ta'ala gembira dengan taubat itu sebagaimana sabda Nabi shallahllhu alaihi wasallam,
“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya dari pada gembiranya seorang yang kehilangan bekal bersama untanya disebuah padang yang tandus kemudian dia medapatkannya kembali unta itu”
(Mutafaq alaihi)
