Berbicara tentang cinta seolah tidak ada masa kadaluwarsa ketika seseorang sedang jatuh cinta maka ia akan merasa “dunia berasa milik berdua”. Terlalu bahagianya hati seakan orang-orang disekitar seperti hanya menumpang di bumi ini.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan cinta yang suci. Cinta adalah perasaan seseorang terhadap orang lain karena adanya ketertarikan. Hal ini merupakan fitrah yang diberikan Allah Swt. Untuk semua makhluk. PERASAAN KASIH SAYANG YANG LUAR BIASA INDAH TERSEBUT MEMANG SENGAJA DIBERIKAN KEPADA SEPASANG MANUSIA UNTUK SALING MENYAYANGI DAN MEMBERIKAN PENGERTIAN YANG LEBIH.
Cinta bisa diartikan sebagai sebuah perasaan yang tak seorang pun tahu kapan akan datang. Bahkan sang pemilik perasaan cinta sekalipun. Jika perasaan cinta telah menghinggapi seseorang. Ia akan menjadi makhluk paling bahagia di dunia. Tidak heran kalau, gara-gara baca status si doi saja sudah bikin seseorang senyum-senyum sendiri, dihubungi orang yang diam-diam sedang dicinta, bawaannya jantung mau copot, diberi perhatian lebih, bawaannya ingin segera minta dikhitbah. (HAHAHA DASAR BAPERAN)
Kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ketika cinta kita mendapatkan balasan serupa. Dengan cinta, kita bisa belajar menghargai sesame, serta berusaha melindungi orang yang kita cintai. Akan tetapi, bila cinta tak terbalas, kita akan merasa seakan menjadi orang paling malang, bahkan ada yang sampai kehilangan gairah hidup. Buktinya, banyak orang yang mengakhiri hidupnya secara konyol akibat kemalangan cinta.
Diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan kisah cinta. Sepasang kekasih haruslah saling menutupi kekurangan dan sudi menerima pasangan apa adanya, tanpa adanya paksaan. Berbagi suka maupun duka bersama-sama. CInta yang suci merupakan perasaan suci yang mendekatkan seseorang kepada Allah Swt.
Namun, masih banyak orang yang menyalahgunakan arti cinta suci, Mereka rela memberikan keperawanan demi cinta, rela berbohong demi cinta, rela durhaka demi cinta. Kalau begitu ceritanya maka cinta itu sudah ternodai dengan nafsu atau malah sebenarnya memang 100% nafsu. Labelnya cinta, tapi isinya nafsu.
Ketika seseorang jatuh cinta tanpa batas maka otak kirinya seolah mati. Otak kiri yang biasa mengolah perbuatan baik dan buruk menjadi kacau. Akibatnya, ia memiliki perasaan lebih dominan yang mengakibatkan otak kanan berfungsi secara lebih dominan. Sehingga, semua hal hanya diukur berdasarkan pertimbangan perasaan.
