ILTIZAM ANTARA RUKUN DAN PINTU KA'BAH

*♥Arissa♥*

ILTIZAM ANTARA RUKUN DAN PINTU KA'BAH
ILTIZAM ANTARA RUKUN DAN PINTU KA'BAH 

1⃣ Di perbolehkan beriltizam di antara rukun dan pintu Ka'bah. Kemudian meletakkan dada, wajah dan kedua lengannya di Multazam.

2⃣ Di dalam thawaf tidak ada dzikir khusus, akan tetapi dia boleh membaca Al-Qur'an atau berdzikir sesuai keinginannya, karena sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
"Thawaf di ka'bah adalah shalat, akan tetapi Allah menghalalkan berbicara didalamnya. Barangsiapa yang berbicara, maka janganlah ia berbicara kecuali dengan kebaikan."
Di dalam riwayat lain,
"Maka sedikitlah berbicara."
(HR.At-Tirmidzi)

3⃣ Tidak boleh Thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang dan wanita yang terkena haid.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Tidak boleh thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang."
(Muttafaqun alaih)

Dan perintah Beliau shallallahu alaihi wasallam kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha (ketika ia terkena haid) pada waktu Umrah pada haji Wada',
"Lakukanlah sebagaimana orang berhaji, hanya saja engkau jangan Thawaf di Ka'bah (dan janganlah engkau shalat) sampai engkau suci."
(Muttafaqun Alaih)

4⃣ Apabila telah menyelesaikan putaran ketujuh, dia menutup pundaknya yang sebelah kanan, lalu melangkah menuju Maqam Ibrahim dan membaca,

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ

"Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat."
(QS.Al-Baqarah:125)

5⃣ Kemudian dia menjadikan Maqam Ibrahim antara dirinya dan Ka'bah lalu melakukan shalat 2 rakaat di sana.

6⃣ Di dalam shalat tersebut, pada rakaat pertama dia membaca surah Al-Kafirun dan pada rakaat kedua dia membaca surah Al-Ikhlash.

7⃣ Seharusnya orang yang thawaf tidak melewati di depan orang yang sedang shalat dan orang yang sedang shalat tidak membiarkan orang lain lewat di depannya. Hal ini dikarenakan keumuman hadits yang melarangnya dan kelemahan hadits yang mengkhususkan Masjidil Haram bahkan seluruh masjid di Makkah. (Lihat Al-Muqaddimah dan Kitab Al-Asl hal.21,23 dan 135)

8⃣ Setelah selesai shalat, dia pergi ke (sumur) Zamzam lalu minum dan menuangkan air ke kepalanya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Air Zamzam menurut apa yang diinginkan oleh peminumnya."
(Dalam Ash-Shahiha no.883)

Dan sabda beliau shallallahu alaihi wasallam,
"Sesungguhnya Zamzam adalah air yang berkah, dia adalah makanan yang berselera dan obat dari segala penyakit."
(HR.Ath-Thayalisi dalam Ash-Shahihah no.1056)

Dan juga sabda beliau shallallahu alaihi wasallam yang lain,
"Sebaik-baik air dimuka bumi adalah air Zamzam, di dalamnya terdapat unsur makanan dan obat dari segala penyakit."
(HR.Adh-Dhiya dalam Al-Mukhtarah, Ash-Shahihah no.1056)

9⃣ Kemudian setelah itu kembali ke Hajar Aswad, lalu bertakbir dan mengusapnya sesuai dengan rincian yang telah lewat.

(Sumber: Kitab Manasikul Hajji wal Umrati fil Kitabi was Sunnatu wa Atsaris Salaf, karya Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah)
*♥Arissa♥*
Load comments